Website Resmi Nutify Indonesia. WA: +62 815-1959-8128
Keranjang Saya
Rp0,00
Keranjang Saya
Rp0,00

Tips Perkuat Daya Tahan Tubuh di Tengah Pandemi Virus Corona

daya tahan tubuh

Nutizen, semoga kamu dalam keadaan baik-baik saja, ya, hari ini. Seperti yang kita sudah ketahui, sekarang di Indonesia khususnya sedang mengalami wabah pandemi global coronavirus baru atau Covid-19. Penyakit ini memang menyerang saluran pernapasan kita, sehingga bisa menyebabkan Pneumonia apabila gejalanya memang sudah berat. Biasanya, gejala ringannya hanya demam tinggi di atas 37,5 derajat celcius dan juga batuk kering yang memang mirip dengan flu biasa. Oleh karena itu, sebaiknya kita senantiasa berjaga-jaga dan memperkuat daya tahan tubuh kita dengan nutrisi yang seimbang.  

Elemen Penting Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Berhubung vaksin virus corona masih dalam masa uji coba, satu-satunya cara melawan virus ini adalah dengan memperkuat imunitas tubuh. 

Ada beberapa elemen penting seperti Vitamin C, copper, zinc dan juga selenium yang sudah terbukti dapat meningkatkan imunitas tubuh. Sistem kekebalan tubuh ini memang diperlukan sebagai ‘inang’ untuk mencegah atau membatasi infeksi yang berlebih. Ini sangat penting bagi kamu yang tidak bisa work from home dan bekerja di tempat yang memang tidak begitu higienis. Sudah jelas, fungsi kekebalan tubuh ini menjadi prioritas bagi kamu dan juga anggota keluarga yang lainnya. 

Studi dari Beck Et Al pada tahun 1995 menunjukkan bahwa kadar Selenium (Se) dapat mempengaruhi genetika patogen virus. Dengan demikian, nutrisi tidak hanya mempengaruhi respon inang terhadap patogen, namun juga terhadap patogen itu sendiri. Sekarang, mari kita bahas sedikit mengenai efek dari Zinc (Zn), Copper atau Tembaga (Cu), dan juga Selenium (Se) pada fungsi kekebalan tubuh dan juga efek (Se) pada patogen virus. 

Zinc (Zn)

Zn atau Zinc mungkin merupakan salah satu elemen yang paling banyak dipelajari sehubungan dengan efeknya pada sistem kekebalan tubuh. Defisiensi pada Zn telah diklasifikasikan menjadi tiga sindrom oleh Henkin dan Aamodt (1983), yaitu defisiensi akut, kronis, dan subakut.

Setelah diteliti lebih lanjut, ditemukan bahwa, kekurangan Subakut adalah yang paling umum terjadi kepada manusia dan mempengaruhi setidaknya 4 juta orang di Amerika Serikat. Zat Zn ini diperoleh dari makanan, terutama daging (50%), sereal dan/atau kacang-kacangan (30%), dan produk susu (20%). 

Dampak Kekuarangan Zinc (Zn)

Kekurangan zat Zn ini telah membuktikan peningkatan kerentanan terhadap penyakit menular (Bodgen et al, 1988). Sebuah percobaan  terhadap tikus, menunjukkan defisiensi zat Zn, menyebabkan ukuran timus dan berkurangnya makrofag dan limfosit di limpa. Hal ini juga berkaitan dengan penurunan fungsi Sel-T dan penurunan antibodi.

Jika kekurangan tersebut diperbaiki, maka sistem kekebalan tubuh tersebut akan kembali normal. Tingkat kelebihan dari Zn itu sendiri juga menyebabkan imunosupresif (penekanan kerja sistem imun). Akhirnya, juga bisa menyebabkan penurunan aktivitas leukosit polimorfonuklear, penurunan proliferasi sel T menjadi mitogen, dan penurunan produksi antibodi.

Kesimpulannya, kelebihan atau kekurangan zat Zn atau Zinc berdampak buruk pada fungsi kekebalan tubuh, nutizen

Copper (Cu)

Cu adalah nutrisi yang penting bagi manusia, meskipun kekurangan Cu ini jarang terjadi, nutizen. Hewan yang kekurangan Cu lebih rentan terhadap infeksi parasit, bakteri, dan virus . Anak-anak dengan sindrom Menkes, penyakit genetik dari malabsorpsi Cu, umumnya meninggal akibat infeksi bronkopneumonia.

Penelitian juga pernah dilakukan terhadap manusia. Dengan memberikan makanan yang diet rendah tembaga (copper) kepada pria dewasa yang sehat selama 66 hari, kemudian dirubah dengan asupan Cu yang normal. Asupan Cu harian adalah 0,66 mg/hari selama 24 hari pertama, 0,38 mg/hari untuk 42 hari berikutnya, dan 2,49 mg/hari untuk 24 hari terakhir penelitian. Respons limfoproliferatif terhadap mitogen sangat berkurang selama periode pemberian 0,38 mg/hari. Oleh karena itu, dalam sehari direkomendasikan 1,5 hingga 3,0 mg/hari Cu untuk orang dewasa. 

Meskipun asupan Cu ini cukup penting untuk fungsi kekebalan tubuh, namun mekanisme kerjanya tidak diketahui. Cu memiliki banyak aktivitas biokimia, seperti kofaktor untuk ferroxidase, cytochome coxidase, dan Zn-Cu superoxide dismutase,  dan enzim yang penting dalam membatasi stres oksidatif. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menggambarkan peran Cu dalam untuk meningkatkan daya tahan tubuh. 

Selenium (Se)

Selenium (Se) adalah komponen penting dari glutathione peroxidase,yang merupakan enzim antioksi. Enzim ini memainkan peran penting dalam menghilangkan hidrogen peroksida dan hidroperoksida organik.

Dampak Kekurangan Selenium (Se)

Kekurangan (Se) dapat menyebabkan stres oksidatif terhadap inang. Stres oksidatif adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan melimpahnya produksi radikal bebas dan oksidan lainnya dibandingkan dengan pertahanan antioksidan. Dengan demikian, stres oksidatif menggambarkan situasi di mana prooxidants lebih “ disukai”daripada antioksidan. Stres oksidatif dapat menyebabkan radikal bebas oksigen yang bisa merusak 10.000 basis urutan  DNA per sel per hari.

Selain itu, kekurangan (Se) telah dikaitkan dengan resistensi yang lebih rendah terhadap infeksi Pasteurella multocida dan virus parainfluenza 3. Meningkatnya kerentanan terhadap patogen infeksi pada kekurangan (Se), mungkin disebabkan oleh penurunan produksi antibodi dan gangguan respons limfoproliferatif .

Kekurangan zat Se juga telah dikaitkan dengan kardiomiopati endemik di Cina yang dikenal sebagai penyakit Keshan. Penyakit Keshan (KD) ditandai oleh kondisi jantung akut atau kronis yang mempengaruhi fungsi jantung, seperti insufisiensi jantung, pembesaran jantung, aritmia, fibrilasi atrium, dan takikardia. 

Vitamin E

Beberapa penelitian menemukan, bahwa, vitamin E dapat meningkatkan respons imunitas tubuh. Hal ini dikarenakan vitamin E mempunyai peran sebagai antioksidan dan nutrisi yang terbukti meningkatkan kekebalan tubuh.

Vitamin E adalah salah satu nutrisi yang sangat penting dalam mengawal sistem pertahanan antioksidan. Vitamin E mengawalnya dengan cara melindungi dari peroksidasi lipid. Vitamin E, bersama dengan zat esensial lainnya berfungsi meningkatkan sel-sel darah putih, dan juga membantu menangkap radikal bebas yang menyebabkan hancurnya sel-sel kekebalan tubuh. Selain vitamin E, astaxanthin merupakan zat karotenoid yang dapat ditemukan pada alga atau ganggang, udang, lobster, kepiting, dan salmon. 

Makanan yang mengandung vitamin E, diantaranya biji bunga matahari, biji labu, kacang hazelnut, kacang almond, kacang tanah, alpukat, mangga, bayam, brokoli, paprika merah, dan telur.

Camilan Sehat

Untuk melengkapi kebutuhan harian menjaga daya tahan tubuh  demi mencegah virus corona, kamu bisa beli kacang almond di Gonutify.  Selain itu, produk Chia Shot Coconut & Lemon dan produk-produk di bawah kategori Nutify Trail Mix bisa jadi pilihan. Produk-produk ini membantu menjaga daya tahan tubuhmu karena kandungan vitamin E dan Zinc yang terdapat didalamnya.

Selain itu, terdapat juga kandungan Omega-3 yang berguna dalam pembentukan sel dan mengendalikan peradangan. Omega-3 juga berperan dalam pembentukan kadar kolesterol baik (HDL), mencegah plak pada pembuluh darah, mengurangi penumpukan lemak dibawah kulit, dan lemak yang tersimpan pada hati.

Ada juga Magnesium yang bermanfaat untuk kesehatan tulang. Magnesium membantu penyerapan kalsium serta vitamin D dalam tubuh. Sementara itu, vitamin E yang juga terkandung dalam produk ini berpengaruh penting dalam kekuatan sistem kekebalan tubuh, pertumbuhan sel, kesehatan mata, dan kesehatan kulit. 

Nutify  memproses camilan tersebut dengan cara dipanggang, tanpa adanya penambahan bahan, baik pewarna maupun pengawet. Hasilnya, produk-produk ini memiliki cita rasa manis, gurih, renyah, dan tentunya lebih sehat! 

Mari bersama melakukan bagian kita untuk menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan sehat dan berolah raga secara teratur. Jangan lupa untuk  taat dengan anjuran pemerintah untuk tetap #dirumahaja sampai perkembangan lebih lanjut. Salam sehat!

Bagikan ide kamu

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Foto
  • SKU
  • Rating
  • Harga
  • Status Stok
  • Ketersediaan
  • Masukkan Keranjang Belanja
  • Description
  • Deskripsi Produk
  • Berat
  • Ukuran
  • Color
  • Informasi tambahan
  • Attributes
  • Custom fields
Bandingkan
Wishlist 0
Open wishlist page Continue shopping
× Chat dengan kami