Website Resmi Nutify Indonesia. WA: +62 815-1959-8128
Keranjang Saya
Rp0,00
Keranjang Saya
Rp0,00

7 Fakta Kacang Walnut, Camilan Sehat Super!

kacang walnut

Walnut, sering disebut juga kacang walnut, adalah nama populer dari kacang kenari. Kacang ini merupakan salah satu kacang yang direkomendasikan untuk mereka yang ingin menikmati camilan sehat sambil tetap mengontrol berat badan. Konsumsi walnut yang memiliki segudang manfaat dapat menyehatkan usus, menyehatkan otak, dan mengandung banyak sekali nutrisi yang berguna untuk kesehatan. 

7 Fakta kacang walnut, si camilan super!

Baik kamu yang gemar konsumsi walnut maupun yang baru akan mencoba, ada baiknya kenalan dulu, yuk, dengan kacang ini! Setidaknya ada 7 fakta tentang si walnut yang baik untuk diketahui dan akan membuatmu semakin menyukainya! Apa saja? Lanjut membacanya ya!

Fakta-1: Karakteristik walnut

Kacang walnut berasal dari genus Juglans. Bersama dengan kacang Brazil, mete (cashews), macadamia, pecan, dan pinus, walnut tergabung dalam family Juglandaceae.

Diilansir dari whfoods.com, walnut sendiri memiliki beragam spesies, namun secara umum, kita hanya mengonsumsi 3 jenis spesies. Ketiga spesies tersebut adalah, walnut Persia atau Inggris (disebut Juglans regia), walnut hitam (disebut Juglans nigra), dan walnut putih atau butternut (disebut Juglans cinerea).

Dari ketiga spesies walnut tersebut, walnut Inggris adalah yang terpopuler. Walnut ini memiliki cangkang yang lebih tipis dibandingkan walnut lainnya. Alhasil, cukup menggunakan alat pemecah buah biasa, kamu sudah bisa mengupas cangkang walnut ini.

Lain halnya dengan walnut hitam yang memiliki cangkang yang lebih keras sehingga cukup menyulitkan untuk mengupasnya. Karena kerasnya cangkang tersebut, walnut hitam, meskipun memiliki rasa yang unik, tidak ditumbuhkan untuk kebutuhan produksi komersial. Sementara itu, walnut putih memiliki rasa yang lebih manis dan berminyak dibandingkan spesies lainnya. Sayangnya, spesies ini tidak tersedia secara luas sehingga cukup sulit menemukannya di pasaran.

Dari ketiga spesies walnut yang bisa kamu konsumsi, ternyata terdapat beragam varietas, yang disebut juga sebagai kultivar. Nah, ragam varietas ini ternyata bisa memberikan komposisi nutrisi yang berbeda, loh. Karena itu, gak heran bila kamu membeli, misalnya, walnut Inggris, kamu bisa membaca komposisi nutrisi yang berbeda-beda untuk nilai berat yang sama. Nah, untuk asupan nutrisi yang terbaik, kamu gak perlu terpaku pada satu varietas atau spesies walnut. Cobain aja semua!

Fakta-2: Sejarah kacang walnut

Dilansir dari walnut.org, walnut adalah pohon makanan tertua yang diketahui manusia, sudah ada sejak 7000 SM. Orang Romawi menyebutnya sebagai Juglans regia, “biji pohon ek kerajaan Jupiter”.

Kacang walnut biasanya tumbuh dengan baik dalam kondisi iklim yang sejuk. Hasil panen dipengaruhi oleh suhu tinggi. Curah hujan tahunan yang merata sekitar 800 mm menghasilkan hasil panen yang optimal. Kacang walnut tumbuh paling baik di tanah lempung berlumpur dalam yang dikeringkan dengan baik atau tanah lempung liat.

Nah, sejarah awal mencatat bahwa walnut Inggris berasal dari kerajaan Persia. Pada waktu itu, hanya keluarga kerajaan saja yang dapat menyimpan dan mengonsumsi kacang walnut. Karena itu, walnut tersebut terkenal dengan sebutan walnut Persia.

Lebih lanjut, sejarah mencatat bahwa perdagangan kacang walnut terjadi di sepanjang Jalur Sutera, antara Asia dan Timur Tengah. Karavan membawa walnut untuk diperdagangkan di daratan jauh dan akhirnya melalui perdagangan laut. Kegiatan inilah yang kemudian menyebarkan popularitas kacang walnut ke seluruh dunia.

Dalam perjalanan sejarahnya, marinir kerajaan Inggris, kemudian membawa kacang walnut tersebut dengan kapal-kapal layar mereka untuk diperdagangkan di pelabuhan seluruh dunia. Itulah kemudian yang membuat walnut lebih dikenal dengan sebutan walnut Inggris. Padahal, Inggris sendiri tidak pernah menumbuhkan walnut untuk keperluan komersial, loh!

Saat ini, perdagangan kacang walnut terus tumbuh dan berkembang dengan pesat seiring dengan semakin banyaknya orang yang paham akan manfaat walnut untuk kesehatan.

Fakta-3: China, ternyata produsen walnut terbesar di dunia, namun Amerika Serikat masih menjuarai sebagai eksportir terbesar, dan Vietnam menjuarai pertumbuhan ekspor

Dilansir dari freshplaza.com, China adalah negara penghasil kacang walnut terbesar di dunia, yang berkontribusi pada 50% total produksi seluruh dunia, berdasarkan data per tahuan 2016/2017. Selain sebagai penghasil, China juga adalah negara terbesar yang mengonsumsi kacang walnut.

Sementara itu, Amerika Serikat menempati posisi kedua sebagai negara penghasil kacang walnut terbesar di dunia. Negara ini berkontribusi terhadap sepertiga total produksi seluruh dunia. California, adalah negara bagian yang berkontribusi terbesar terhadap total produksi kacang walnut di Amerika Serikat.

Dilansir dari atlasbig.com, selain China dan Amerika Serikat, negara-negara yang masuk 10 besar penghasil kacang walnut di dunia, antara lain Iran, Turkey, Mexico, Ukraine, Chile, Uzbekistan, France, dan Romania.

Meskipun China adalah penghasil kacang walnut terbesar di dunia, dalam hal ekspor, China hanya menempati posisi keempat dengan nilai ekspor mencapai US$342,4 juta (9,7%) di tahun 2019, sebagaimana diberitakan oleh worldstopexports.com. Amerika Serikat, justru menjuarai pasar ekspor dengan nilai US$1,3 miliar (35,5% dari keseluruhan nilai ekspor walnut global). Meksiko dan Chile menempati posisi kedua dan ketiga dengan nilai ekspor masing-masing US$780,2 juta (22,1%) dan US$426,4 juta (12,1%).

Negara-negara lainnya yang masuk sebagai pengekspor kacang walnut adalah Ukraina, Jerman, Perancis, Moldova, Belanda, Turki, Romania, Argentina, Spanyol, Belgia, dan Vietnam.

Dari kelima belas negara pengekspor kacang walnut tersebut, Vietnam justru menjuarai dalam hal pertumbuhan pesat nilai ekspor sejak tahun 2015. Pertumbuhannya mencapai 303.350% di tahun 2019. Nagara-negara lain yang mencatatkan pertumbuhan ekspor secara signifikan hingga tahun 2019, antara lain Argentina (hingga 3.090%), China (hingga 467,6%), dan Perancis (hingga 203,5%). Sementara itu, Turki, Romania, dan Moldova justru mencatatkan pertumbuhan negatif dalam kapasitas ekspor mereka. Turki mengalami penurunan hingga (-55,1%), Romania hingga (-45,9%), dan Moldova (hingga 203,5%).

Fakta-4: Cara aman menyimpan walnut

Supaya tahan lama, kamu perlu memerhatikan cara penyimpanan walnut. Hal ini karena kandungan minyaknya yang membuat kacang ini rentan terhadap paparan suhu hangat atau panas. Paparan suhu hangat dalam jangka waktu lama akan menyebabkan lemak pada walnut berubah dan membuat kacang ini menjadi tengik. Kalau sudah berbau tengik, kamu perlu segera membuangnya karena bisa menjadi racun!

Oleh karena itu, simpanlah walnut, baik yang sudah ataupun belum dikupas di wadah kedap udara. Walnut perlu disimpan dalam wadah kedap udara karena kemudahannya dalam menyerap bau makanan, misalnya bawang. Setelah menuangkan walnut ke dalam wadah kedap udara, simpanlah di tempat yang sejuk dan kering. Kamu bisa menyimpannya di dalam lemari pendingin (kulkas) untuk mendapatkan walnut yang tetap segar hingga tiga bulan. Bila kamu menginginkan walnut yang tetap segar hingga satu tahun, kamu bisa menyimpannya di dalam freezer.

Fakta-5: Nutrisi kacang walnut

Dilansir dari healthline.com, walnut mengandung 65% lemak dan sekitar 15% protein. Selain itu, kacang ini juga rendah karbohidrat yang sebagian besarnya terdiri atas serat.

1 ons (30 gram) walnut, sekitar 14 butir, memberikan kamu ragam nutrisi berikut:

  • Kalori: 185
  • Air: 4%
  • Protein: 4,3 gram
  • Karbohidrat: 3,9 gram
  • Gula: 0,7 gram
  • Serat: 1,9 gram
  • Lemak: 18,5 gram

Kandungan lemak pada walnut

Kalau dibaca sekilas kandungan lemak pada walnut, terlihat cukup mengerikan, ya Nutizen? Lemak pada walnut mencapai komposisi 65% dari total nutrisinya, yaitu sekitar 18,5 gram per 1 ons, loh! Mengetahui hal ini apakah membuatmu khawatir mengonsumsi walnut?

Seharusnya tidak, karena kandungan lemak pada suatu makanan tidak selalu berasosiasi negatif. Kalau kandungan lemaknya adalah lemak jenuh (saturated fat), kamu boleh khawatir karena lemak ini berasosiasi pada risiko penyakit. Kalau kandungan lemaknya lebih banyak lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated fat), lemak ini justru membantu meningkatkan kesehatan tubuh kamu!

Pun demikian dengan si walnut ini! Meskipun walnut kaya akan lemak dan kalori, ragam studi menyimpulkan bahwa kacang ini sangatlah aman untuk dikonsumsi. Hal ini karena kandungan lemak pada walnut adalah polyunsaturated fat! Walnut, bahkan, disebut sebagai kacang dengan kandungan polyunsaturated fat tertinggi dibandingkan dengan kacang-kacangan lainnya.

Kandungan polyunsaturated fat yang melimpah dalam walnut adalah asam lemak omega-6 yang disebut asam linoleat. Selain itu, walnut juga mengandung asam alfa-linoleat omega-3 (alpha-linolenic acid, disingkat ALA) yang relatif tinggi, sekitar 8-14% dari total kandungan lemak. Walnut, bahkan, disebut sebagai satu-satunya kacang yang memiliki kandungan ALA yang signifikan!

ALA sendiri bermanfaat bagi kesehatan jantung, mengurangi peradangan, dan meningkatkan komposisi lemak darah. Selain itu, ALA juga berperan sebagai prekursor untuk asam lemak omega-3 rantai panjang EPA dan DHA, yang dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan.

Vitamin dan mineral dalam walnut

Selain kandungan nutrisi tersebut di atas, walnut juga menjadi sumber terbaik buat kamu mendapatkan kecukupan beberapa vitamin dan mineral. Beberapa diantaranya:

  • Tembaga (Copper). Mineral yang berperan dalam menjaga kesehatan jantung serta membantu mempertahankan fungsi tulang, saraf, dan kekebalan tubuh.
  • Asam folat, dikenal juga dengan sebutan folat atau vitamin B9 yang memiliki banyak fungsi biologis penting. Salah satunya, dalam mendukung masa kehamilan. Kekurangan asam folat selama kehamilan dapat menyebabkan cacat lahir.
  • Fosfor. Mineral yang berperan dalam memelihara fungsi otot dan saraf, membantu kerja ginjal, pembentukan DNA, dan mempertahankan keseimbangan asam-basa tubuh.
  • Vitamin B6, berperan dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh kamu serta mendukung kesehatan saraf tubuh. Kekurangan vitamin ini bisa menyebabkan anemia.
  • Mangan. Mineral yang berperan dalam pembentukan tulang dan jaringan ikat, metabolisme lemak dan karbohidrat, serta penyerapan kalsium dan regulasi gula darah.
  • Vitamin E, berperan sebagai antioksidan, membantu menetralisir radikal bebas.

Walnut, si antioksidan super!

Selain kandungan vitamin E pada walnut yang berperan sebagai antioksidan, walnut juga memiliki kandungan senyawa tanaman penting lainnya, yang juga berperan sebagai antioksidan. Jadi bisa dikatakan, walnut adalah kacang yang bisa memberikan kelimpahan antioksidan yang kamu butuhkan!

Berikut adalah beberapa senyawa tanaman penting dalam walnut yang berperan sebagai antioksidan:

  • Asam ellagic. Antioksidan ini ditemukan dalam jumlah besar pada walnut, bersama dengan senyawa terkait lainnya, seperti ellagitannin. Senyawa ini berperan dalam mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker.
  • Catechin, merupakan antioksidan flavonid yang berperan dalam membantu memelihara kesehatan jantung.
  • Melatonin. Neurohormon ini membantu mengatur jam tubuh kamu dan juga berperan dalam mengurangi risiko penyakit jantung.
  • Asam fitat, antioksidan yang juga berperan dalam memilihara kesehatan. Hanya saja, antioksidan ini dapat mengurangi penyerapan zat besi dan zinc dari makanan yang sama, apabila kamu menjalankan diet tidak seimbang.

Setelah mengetahui kandungan nutrisi pada kacang walnut, lalu apa saja manfaat kesehatan kacang walnut tersebut? Lanjut ke fakta-6, yuk!

Fakta-6: Manfaat kesehatan kacang walnut

Sedemikian banyaknya kandungan nutrisi pada walnut membuatnya menjadi makanan pilihan untuk mendapatkan ragam manfaat kesehatan. Dilansir dari healthline.com, berikut adalah beberapa manfaat kacang walnut untuk kesehatan kamu:

Kesehatan jantung

Penyakit jantung atau penyakit kardiovaskular adalah istilah luas yang dipakai terkait kondisi kronis yang terjadi pada jantung dan pembuluh darah.

Dalam banyak kasus, kamu dapat mengurangi risiko terserang penyakit tersebut hanya dengan mengubah gaya hidup. Salah satunya, dengan rajin mengonsumsi kacang-kacangan, termasuk walnut.

Kandungan omega-3 ALA dalam walnut membantu mengurangi kadar kolesterol jahat, disebut low-density lipoproteins (LDL). Berkurangnya LDL dalam darah membantu mengurangi risiko kamu terserang penyakit kardiovaskular. Sebuah studi bahkan menyebutkan, bahwa setiap satu gram ALA yang dikonsumsi per hari dapat mengurangi risiko kamu terserang penyakit jantung hingga 10%.

Selain itu, tidak saja konsumsi walnut membantu mengurangi kadar LDL, tetapi juga melawan kerusakan oksidatif tubuh akibat LDL ini. Kandungan antioksidan dalam walnut, baik dari vitamin E maupun senyawa tumbuhan lain yang terdapat didalamnyalah yang berperan dalam melawan kerusakan oksidatif tubuh tersebut.

Kandungan antioksidan dalam walnut, secara khusus ellagitannin, juga berperan dalam melawan stres oksidatif dan peradangan. Peradangan disebut-sebut sebagai akar dari ragam penyakit, termasuk penyakit jantung, diabetes tipe-2, Alzheimer, dan kanker. Nah, oleh bakteri baik dalam usus, ellagitannin tersebut diubah menjadi senyawa yang disebut urolithin, yang telah terbukti melindungi dari peradangan.

Selain mengurangi kadar LDL tersebut, walnut juga bermanfaat mengurangi kadar trigleserida dalam darah yang juga bisa memicu risiko terkena penyakit jantung.

Sebuah studi dilakukan terhadap 194 orang dewasa sehat. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi 43 gram walnut setiap hari selama delapan minggu menunjukkan perbaikan dalam kadar kolesterol. Kadar kolesterol total menurun hingga 5%, LDL menurun hingga 5%, dan trigliserida menurun hingga 5%, dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsi walnut.

Pencegahan kanker

Penelitian tabung reaksi, hewan, dan manusia menunjukkan makan walnut bisa mengurangi risiko terserang beberapa penyakit kanker, seperti payudara, prostat, dan kolorektal.

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, walnut kaya akan kandungan senyawa ellagitannin. Bakteri baik dalam usus mengubah senyawa ini menjadi urolithin yang memiliki kemampuan sebagai anti peradangan dalam sistem pencernaan tubuh. Kemampuan ini membantu melindungi tubuh dalam melawan kanker kolorektal.

Selain itu, ellagitannin jua memiliki sifat seperti hormon yang memungkinkannya memblokir reseptor hormon di tubuh kamu. Kemampuan ini dapat mengurangi risiko terkait kanker, khususnya kanker payudara dan prostat.

Namun demikian, masih perlu dilakukan studi lebih lanjut pada manusia untuk mengonfirmasi manfat walnut dalam mengurangi risiko penyakit kanker.

Kesehatan otak

Sebuah studi menunjukkan antioksidan dan polyunsaturated fat dalam walnut bisa membantu mengurangi kerusakan oksidatif dan peradangan di otak.

Studi pada tikus yang memiliki penyakit Alzheimer menunjukkan adanya perbaikan signifikan pada memori dan kemampuan belajar mereka setelah mengondumsi walnut selama 10 bulan.

Studi observasi pada orang dewasa yangg lebih tua juga menunjukkan adapanya perbaikan fungsi otak setelah mengonsumsi walnut secara teratur. Perbaikan tersebut termasuk dalam kecepatan pemrosesan, fleksibilitas mental, dan memori yang lebih baik.

Karena kandungan nutrisi walnut untuk kesehatan otak dan manfaat lainnya bagi kesehatan, para peneliti juga merekomendasikan kacang walnut untuk dikonsumsi ibu hamil. Mengonsumsi kacang ini secara rutin, tidak saja membantu kesehatan ibu, tetapi juga tumbuh kembang janin dalam kandungan, salah satunya perkembangan otak janin.

Meskipun penemuan tersebut menjanjikan, studi lanjut masih perlu dilakukan untuk mengetahui manfaat walnut pada otak.

Menjaga kesehatan usus

Studi menunjukkan, bila usus kamu memiliki banyak bakteri dan mikroba baik, kemungkinan besar kamu akan memiliki usus yang sehat yang berdampak positif pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Makan walnut bisa menjadi salah satu cara mendukung kesehatan mikrobiota dan usus kamu.

Penelitian pada jurnal Nutrients menyebutkan bawah  194 orang dewasa yang terlibat dalam penelitian mengonsumsi 1,5 ons walnut setiap hari selama delapan minggu. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan bakteri baik yang dapat meningkatkan kesehatan usus. Studi pada jurnal Cellular Immunology, lebih lanjut, mengatakan bahwa peningkatan bakteri akibat konsumsi kacang walnut akan menghasilkan butirat, yakni jenis lemak yang menyehatkan usus. 

Selain itu, bakteri baik dalam usus juga diketahui berperan dalam mengubah senyawa ellagitannin, yang terkandung dalam kacang walnut, menjadi urolithin, senyawa anti peradangan. Senyawa ini dapat membantu mengurangi risiko kanker kolorektal.

Membantu mengontrol berat badan

Penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Nutrients mengatakan bahwa konsumsi 300 kalori kacang walnut setiap harinya oleh orang tua tidak menunjukkan efek negatif pada berat badan.  Hal ini karena energi yang diserap dari kalori yang dihasilkan walnut 21% lebih rendah daripada yang diharapkan berdasarkan nutrisinya.

Selain itu, walnut juga membantu mengontrol nafsu makan. Mereka yang menjadi responden penelitian meminum smoothie yang terbuat dari 48 gram walnut setiap hari selama lima hari. Hasilnya, mereka melaporkan adanya pengurangan nafsu makan dan rasa lapar dibandingkan kelompok plasebo.

Setelah mengonsumsi walnut selama lima hari, para peneliti juga melakukan pemindaian otak responden yang mengonsumsi walnut. Mereka menemukan adanya peningkatan aktivitas di wilayah otak yang membantu mereka menahan diri terhadap isyarat makanan yang menggoda, seperti kue dan kentang goreng.

Penelitian lain yang diterbitkan pada jurnal Nutrients menunjukkan diet dengan makanan kaya akan lemak jenuh ganda akan menurunkan tingkat hormon ghrelin. Ini adalah hormon yang memberi sinyal saat tubuh lapar. Selain itu, makan walnut akan meningkatkan kuantitas peptida YY, yaitu hormon yang meningkatkan dan menahan rasa kenyang lebih lama pada perut. 

Membantu mengelola dan/atau mengurangi risiko terkena diabetes tipe-2

Sebuah studi menyebutkan bahwa salah satu alasan walnut dapat mengurangi risiko terkena diabetes tipe-2 disebabkan kemampuannya dalam membantu mengontrol berat badan dan kadar gula darah.

Sebuah studi terkontrol dilakukan terhadap 100 orang yang menderita diabetes tipe-2. Para peneliti meminta mereka mengonsumsi 1 sendok makan minyak walnut setiap hari selama 3 bulan, sambil meneruskan obat diabetes mereka. Hasilnya, terjadi pengurangan kadar gula darah puasa hingga 8% pada peserta studi.

Mendukung tetap sehat di masa tua

Konsisten menjalani diet sehat, termasuk mengonsumsi kacang walnut bisa membantu menjaga fungsi fisik tubuh, seperti kemampuan berjalan dan perawatan diri seiring bertambahnya usia.

Sebuah studi meneliti manfaat walnut untuk wanita tetap sehat di masa tua dilakukan selama 18 tahun terhadap lebih dari 50 ribu wanita. Para ilmuwan menemukan bahwa mereka yang menjalani diet sehat sepanjang hidupnya memiliki risiko kerusakan fisik 13% lebih rendah. Kacang walnut adalah makanan yang berkontribusi paling kuat terhadap diet sehat. Meskipun tinggi kalori, kacang ini mengandung ragam vitamin, mineral, serat, lemak, dan senyawa tanaman yang mendukung fungsi fisik tubuh dengan bertambahnya usia.

Membantu menurunkan tekanan darah

Selain tingginya kadar kolesterol dalam darah, tekanan darah yang tinggi juga menjadi salah satu faktor risiko terkena penyakit jantung dan stroke.

Nah, sebuah studi menunjukkan bawah mengonsumsi 1 ons (28 gram) kacang, termasuk walnut, secara rutin setiap hari dapat membantu memperbaiki tekanan darah.

Studi tersebut dilakukan selama empat tahun terhadap 7.500 orang dewasa yang berisiko tinggi menderita penyakit jantung. Dalam studi ini, para peserta melakukan diet Mediterania ditambah dengan konsumsi 1 ons (28 gram) campuran kacang-kacangan, yang setengah diantaranya adalah walnut. Di akhir penelitian, mereka yang melakukan diet Mediteranian yang diperkaya kacang-kacangan, mengalami penurunan tekanan darah diastolik 0,65 mmHg lebih besar daripada orang-orang yang melakukan diet kontrol jantung sehat serupa tanpa diperkaya kacang-kacangan.

Studi tersebut menunjukkan bahwa mengonsumsi kacang-kacangan membantu memperbaiki tekanan darah. Hal ini penting karena perbedaan kecil dalam tekanan darah memiliki dampak yang besar terhadap risiko kesehatan jantung.

Mendukung kesehatan reproduksi pria

Mengonsumsi walnut dapat membantu mendukung kesehatan sperma dan kesuburan pria.

Sebuah studi dilakukan terhadap 117 pria muda untuk mengetahui manfaat kacang walnut untuk kesuburan pria. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi 75 gram walnut setiap hari selama tiga bulan, menunjukkan adanya perbaikan ukuran sperma, serta vitalitas dan mobilitas sperma, dibandingkan mereka yang tidak makan walnut.

Meskipun hasil penelitian tersebut masih memerlukan dukungan studi lanjut, tentunya ada harapan buat para pria dalam mengatasi masalah reproduksi.

Fakta-7: Kacang walnut cocok menjadi bagian menu makan setiap waktu

Untuk menikmati kacang walnut, kamu dapat mengonsumsinya hanya dengan pemanggangan singkat, mengolahnya menjadi ragam camilan, atau sebagai salah satu bahan masakan. Cobain salah satu ide resep kacang walnut berikut, yang juga bisa membantu dalam program penurunan berat badan kamu!

Resep camilan, dinikmati antara sarapan dan makan siang

Sebelum makan siang, selingi dengan konsumsi 7-8 butir walnut atau smoothie maple dan walnut. Jangan lupa tunggu 15-30 menit, lalu nikmati makananmu. Untuk membuat smoothie maple dan kacang walnut, siapkan bahan-bahan berikut:

  • 8 biji walnut yang sudah dicincang,  
  • satu sendok teh oat, 
  • ½ cangkir susu almond tanpa gula, 
  • satu sendok teh bubuk espresso instan, 
  • sejumput garam, 
  • satu bungkus stevia,
  • ½ sendok teh ekstrak maple
  • ¼ sendok teh ekstrak vanili

Selanjutnya, blender bahan-bahan tersebut hingga larut dan tambahkan es secukupnya. Smoothie ini memiliki kalori sebesar 161. 

Tumis ayam wulnut, cocok untuk makan siang atau makan malam

Bahan-bahan:
  • 3 sendok makan kecap manis
  • 3 sendok makan tepung maizena
  • ½ sendok teh garam
  • 1 sendok teh gula
  • 1 ½ pound bagian dada ayam, tanpa tulang, potongan tanpa kulit
  • 2 sendok makan minyak kacang
  • 3 kepala kubis napa (Cina) kecil, potong melintang menjadi irisan 1/8 inci
  • 6 batang seledri dipotong menjadi potongan 2 inci julienne
  • 2 besar bawang bombay dipotong menjadi dua dan diiris tipis-tipis
  • 1 pound polong kacang polong atau kancing gula
  • 8 ons chestnut air dikeringkan, diiris
  • ½ cangkir kaldu ayam
  • 2 sendok makan daun tarragon segar, cincang
  • 1 cangkir kenari sangrai, untuk disajikan
Cara Pembuatan:
  1. Dalam mangkuk kecil, campurkan kecap, tepung maizena, garam dan gula pasir, aduk rata.
  2. Tambahkan potongan ayam dan aduk untuk melapisi; sisihkan.
  3. Panaskan wajan dengan api sedang-tinggi; tambahkan 1 sdm minyak dan semua sayuran.
  4. Tumis hingga empuk-garing, sekitar 3 menit.
  5. Angkat sayuran dan sisihkan.
  6. Tambahkan lebih banyak minyak jika perlu. Tambahkan chestnut air dan tumis selama 1 hingga 2 menit lebih lama; Campurkan walnut dan kastanye air dengan sayuran yang sudah dipesan, lalu sisihkan.
  7. Panaskan sisa minyak hingga sangat panas.
  8. Angkat ayam dari bumbu rendaman, biarkan kelebihannya menetes, dan simpan rendaman.
  9. Tumis potongan ayam sampai matang, 3 sampai 4 menit.
  10. Tambahkan kaldu ayam dan bumbu perendam.
  11. Masak sampai mendidih; kembalikan sayuran, kenari dan kastanye air ke dalam wajan.
  12. Aduk dan panaskan.
  13. Masukkan tarragon dan sajikan segera di atas nasi kukus atau mi renyah.
Yuk cobain kacang Walnut dalam produk Nutify!

Bingung beli di mana dan bagaimana mengolah walnut yang aman? Tenang aja ada produk Nutify yang bisa kamu konsumsi secara mudah. Langsung aja kunjungi Gonutify.com dan dapatkan produk Nutify Hi5 Trail Mix atau Nutify Trail Mix 24/7 yang memiliki walnut di dalamnya. 

Produk Nutify sangat praktis untuk dibawa ke mana saja dan dimana pun. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan berbagai biji-bijian dan kacang-kacangan premium lainnya dalam produk Nutify Indonesia, Loh! Jangan lupa bagikan pendapat dan kreasimu setelah mengonsumsi produk dari Nutify Indonesia, ya!

Bagikan ide kamu

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Foto
  • SKU
  • Rating
  • Harga
  • Status Stok
  • Ketersediaan
  • Masukkan Keranjang Belanja
  • Description
  • Deskripsi Produk
  • Berat
  • Ukuran
  • Informasi tambahan
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Bandingkan
Wishlist 0
Open wishlist page Continue shopping