Website Resmi Nutify Indonesia. WA: +62 815-1959-8128
Keranjang Saya
Rp0,00
Keranjang Saya
Rp0,00

Kenalan dengan Kacang Almond, Yuk!

Kacang Almond - Nutify Indonesia

Mungkin banyak dari kamu yang sudah tahu apa itu almond. Bahkan, mungkin kamu sudah sering mengonsumsi kacang almond. Rasanya yang gurih dan juga kaya akan manfaat kesehatan ini sudah menjadi salah satu makanan diet atau makanan sehat yang dikonsumsi oleh masyarakat hampir di seluruh dunia. 

Tapi apa benar kalau almond itu kacang? Lalu mengapa almond dikatakan makanan sehat? Bagaimana olahan almond untuk menghasilkan makanan yang sehat namun tetap enak? Yuk, lanjut baca untuk menemukan jawabannya!

Kacang Almond: Benarkah Kacang?

Nutizen, almond ternyata bukan kacang, loh! Kita sering salah kaprah ya, dengan menganggapnya sebagai kacang. Yang bilang almond bukan kacang bukan Nutify loh, tapi peneliti. 

Sebagaimana dilansir dari huffpost.com, Tom Gradziel dari University of California, Davis, mengatakan bahwa almond pada dasarnya adalah biji dari buah, yaitu buah almond. Almond yang bahasa latinnya, Prunus dulcis, ini ternyata termasuk pohon yang aslinya tumbuh di daerah Asia Barat Daya. Ketika buah almond sudah matang, kita membuang daging dan cangkangnya, lalu makan kernel kecil di dalamnya. Kernel kecil itulah yang biasanya kita sebut sebagai “kacang almond”. 

Menurut Tom Gradziel, almond lebih tepat dikatakan sebagai biji daripada kacang  karena almond tidak mememuhi kriteria fisik tanaman kacang-kacangan. Di dunia botani, kacang diidentikkan sebagai buah kering yang bercangkang keras. Nah, almond ternyata tidak memiliki cangkang luas, melainkan lapisan luar yang berdaging. Jadi, almond sebenarnya lebih tepat disebut sebagai buah berbiji. Kamu setuju gak?

Jenis Almond

Almond memiliki dua varietas, almond manis  dan almond pahit.

Nah, yang kita sering kenal sebagai kacang almond itu, merupakan biji dari varietas almond manis. Selain dikonsumsi sebagai kacang, varietas ini juga dapat diolah menghasilkan minyak almond untuk keperluan memasak, dan juga bahan dasar untuk menghasilkan susu almond. 

Sementara itu, minyak yang dihasilkan dari almond pahit digunakan dalam pembuatan ekstrak penyedap untuk makanan dan minuman, dengan menghilangkan terlebih dahulu kandungan asam prussic di dalam almonds. 

Tempat Tumbuhnya Almond

Lebih dari 25 jenis almond ditanam di California. Sedangkan, almond marcona dan valencia berasal dari Spanyol, dan almond ferragn berasal  dari Yunani.

Almond sangat banyak ditemukan di California dan terkonsentrasi terutama di wilayah Central Valley, karena iklimnya ringan, tanah yang kaya, sinar matahari yang berlimpah, dan pasokan air, membuat kondisi pertumbuhan almond cukup ideal. 

Pada tahun 2018, produksi almond dunia meningkat 45% dari volume di tahun 2017, yaitu menjadi 3,2 juta ton, dengan Amerika Serikat menyediakan 59% dari total pasar dunia. Produsen terkemuka lainnya, Spanyol, Iran, dan Maroko, bila dikombinasikan, menyumbang 18% dari total pasar dunia. 

Kacang Almond untuk Diet

Karena kandungan nutrisinya, almond mendapatkan julukan ‘superfood’. 

Almond, yang kaya dengan kandungan fitosterol, serat pangan, dan alpha-tocopherol, dapat berfungsi sebagai penyerapan kolesterol, dan juga dapat meningkatkan asupan serat, dan menurunkan peroksidasi lipid. Almond juga mengandung vitamin E ekstra, vitamin B kompleks, dan juga asam lemak omega-3. 

Mengonsumsi segenggam almond setiap hari dapat menyediakan asupan protein yang cukup tinggi, sehingga akan mencegah dari rasa lapar yang berlebihan, Nutizen. Cocok sekali bagi kamu yang sedang dalam program diet. 

Segenggam Kacang Almond untuk Jantung

Menurut data epidemiologi dan temuan dari studi American Heart Association (AHA), mereka  merekomendasikan asupan harian kacang sebagai bagian dari diet yang sehat.

US Food and Drug Administration (FDA/Badan Pengawasan Obat dan Makanan di Amerika) juga merekomendasikan almond untuk kesehatan jantung, salah satunya karena kandunggan lemak baik (Monosaturated Fat) yang terkandung didalamnya. Untuk hasil optimal, dianjurkan mengonsumsi 42,52 gram almond per harinya. 

Almond untuk mengontrol kadar gula darah

Dalam sebuah studi di Purdue University, peneliti mengemukakan bahwa dengan mengonsumsi almond saat sarapan, dalam bentuk utuh almond, mentega almond, tepung almond, dan/atau minyak almond,  dapat menurunkan kadar gula darah dan juga membuat kamu akan merasa lebih kenyang. 

Penelitian lain yang dilakukan Clinical Nutrition dan Risk Factor Modification Center di Rumah Sakit St Michael di Toronto, Kanada, juga menunjukkan bahwa almond, apabila dikombinasikan dengan makanan tinggi karbohidrat (yang berarti makanan dengan indeks glikemik tinggi), terbukti dapat menurunkan tingkat glikemik dari sebuah makanan secara keseluruhan. Selain itu, almond juga membantu mereka dengan resistensi insulin atau berisiko untuk diabetes, sehingga dapat mengatur kadar gula darah mereka.

Cobain Almond, Yuk!

Bagaimana, Nutizen? Apakah kamu masih meragukan lagi bagaimana sehatnya mengonsumsi almond? Sudah jelas tidak perlu. Kamu pastinya akan mendapatkan manfaat yang banyak jika mengonsumsi makanan yang satu ini.

Nah, kami sarankan untuk kamu mencoba salah satu produk almond,  kacang almond. Kamu dapat membeli kacang almond panggang di gonutify.com!

 

Bagikan ide kamu

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Foto
  • SKU
  • Rating
  • Harga
  • Status Stok
  • Ketersediaan
  • Masukkan Keranjang Belanja
  • Description
  • Deskripsi Produk
  • Berat
  • Ukuran
  • Color
  • Informasi tambahan
  • Attributes
  • Custom fields
Bandingkan
Wishlist 0
Open wishlist page Continue shopping
× Chat dengan kami