Website Resmi Nutify Indonesia. WA: +62 815-1959-8128
Keranjang Saya
Rp0,00
Keranjang Saya
Rp0,00

Berikut Adalah Daftar Makanan Yang Harus Dihindari Selama Masa Kehamilan

makanan yang dihindari saat hamil

Hamil, menjadi salah satu hal yang dapat merubah hidup seorang wanita. Hal ini juga menjadi momen yang biasanya ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan. Memiliki momongan memang berarti memiliki tanggung jawab baru. Maka dari itu, rasa tanggung jawab tersebut sudah mulai bisa ditanggung dari mulai masa kehamilan sampai melahirkan. Ada beberapa tahapan dan proses yang harus kamu lalui. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan juga menghindari makanan yang memang tidak baik untuk janin. Biasanya, makanan yang memang nikmat seperti fast food atau junk food akan semakin menggairahkan bagi ibu hamil. Namun, kamu harus mengetahui mana makanan yang baik dan mana makanan yang dihindari saat hamil. Makanan seperti junk food atau fast food untuk orang yang tidak hamil saja tidak baik untuk kesehatan, apalagi untuk yang hamil? Mungkin jawabannya sudah bisa kamu tebak sendiri. 

Daftar makanan Yang Dihindari Saat Hamil

Ada makanan yang sangat sehat untuk dikonsumsi saat hamil seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, ikan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Tentunya, itu tidak hanya asal sebut saja, Nutizen. Para ahli sudah melakukan penelitian terlebih dahulu, bahwa kandungan yang terdapat pada makanan-makanan tersebut memang terbukti meningkatkan beberapa nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu hamil selama trimester satu, dua, dan tiga. Tidak hanya konsumsi makanan yang sehat saja, Nutizen. Kamu juga harus memperhatikan makanan mana yang harus kamu hindari selama masa kehamilan. Tidak semua makanan yang ‘terlihat’ sehat itu ternyata baik dikonsumsi pada masa kehamilan. Ada beberapa jenis makanan yang harus kami hindari dan memang sudah terbukti tidak baik untuk kehamilan. Kira-kira ada apa saja? Mari langsung kita simak saja ulasannya berikut ini!

Ikan bermerkuri tinggi

Merkuri adalah unsur yang sangat beracun. Zat ini tidak memiliki tingkat paparan yang aman dan paling umum ditemukan di air yang tercemar. Dalam jumlah yang lebih tinggi, merkuri bisa menjadi racun bagi sistem saraf kamu, sistem kekebalan tubuh, dan juga ginjal. Zat ini juga dapat menyebabkan masalah perkembangan serius pada anak-anak. Karena banyak ditemukan di laut yang tercemar, ikan laut berukuran besar dapat mengumpulkan merkuri dalam jumlah yang besar juga. Oleh karena itu, wanita hamil disarankan untuk membatasi konsumsi ikan bermerkuri tinggi dan tidak lebih dari 1-2 porsi per bulannya.

Apa saja sih ikan yang mengandung merkuri tinggi itu? Biasanya adalah ikan todak, ikan hiu, ikan makarel, dan juga ikan tuna terutama tuna Albacore. Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak semua ikan memiliki merkuri tinggi, hanya jenis tertentu yang tadi sudah disebutkan. Mengonsumsi ikan dengan merkuri rendah selama kehamilan sangat sehat, dan ikan tersebut dapat dimakan hingga 2 kali per minggu. Ikan berlemak kaya akan asam lemak omega-3, yang penting bagi bayi kamu. Salah satunya adalah ikan salmon.

Ikan mentah

Ikan mentah dan juga kerang termasuk dalam makanan yang dihindari saat hamil karena dapat menyebabkan beberapa infeksi. Selain itu, ikan mentah juga terdapat beberapa virus, bakteri atau parasit, seperti Norovirus, Vibrio, Salmonella dan Listeria. Beberapa dari infeksi ini hanya mempengaruhi ibu, membuatnya dehidrasi dan lemah. Infeksi lain dapat ditularkan ke bayi yang belum lahir dengan konsekuensi serius, atau bahkan fatal. Wanita hamil sangat rentan terhadap infeksi Listeria (infeksi bakteri karena keracunan makanan). Faktanya, wanita hamil memiliki kemungkinan hingga 20 kali lebih besar untuk terinfeksi oleh Listeria daripada populasi umum.

Bakteri ini dapat ditemukan di tanah dan air atau tanaman yang terkontaminasi. Ikan mentah dapat terinfeksi selama pemrosesan, termasuk pengasapan atau saat sedang mengeringkan ikan. Listeria dapat ditularkan kepada bayi yang belum lahir melalui plasenta, meskipun ibu tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit. Hal ini dapat menyebabkan persalinan prematur, keguguran, lahir mati, dan masalah kesehatan serius lainnya. Oleh karena itu, wanita hamil disarankan untuk menghindari ikan mentah dan kerang. Ini termasuk banyak hidangan seperti sushi dan sashimi. Diingat ya, Nutizen! Puasa dulu makan sushi atau sashiminya selama masa kehamilan. 

Daging kurang matang, mentah atau daging olahan

Makan daging yang kurang matang atau mentah meningkatkan risiko infeksi dari beberapa bakteri atau parasit, termasuk Toxoplasma, E. coli, Listeria dan Salmonella. Bakteri dapat mengancam kesehatan bayi kamu yang belum lahir, kemungkinan menyebabkan lahir mati atau penyakit neurologis yang parah, termasuk kecacatan intelektual, kebutaan, dan epilepsi. Sementara sebagian besar bakteri ditemukan di permukaan potongan daging utuh, bakteri lain mungkin tertinggal di dalam serat otot. Beberapa potongan daging utuh,  seperti tenderloins, sirloins, atau ribeye dari daging sapi, domba, dan sapi muda,  mungkin aman untuk dikonsumsi ketika tidak dimasak sampai matang. Namun, untuk daging yang dipotong seperti daging untuk burger, daging cincang, daging babi, dan unggas, tidak boleh dikonsumsi mentah atau kurang matang.

Wanita hamil tidak boleh mengonsumsi produk daging olahan kecuali jika sudah dipanaskan sampai mengepul panas.

Telur mentah

Telur mentah juga menjadi salah satu makanan yang dihindari saat hamil karena dapat terkontaminasi dengan Salmonella. Gejala infeksi Salmonella biasanya hanya dialami oleh ibu dengan ciri-ciri seperti demam, mual, muntah, kram perut, dan diare. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi dapat menyebabkan kram di rahim, yang menyebabkan kelahiran prematur atau lahir mati. Makanan yang umumnya mengandung telur mentah meliputi:

  • Telur orak-arik setengah matang
  • Telur rebus
  • Saus Hollandaise
  • Mayones buatan sendiri
  • Dressing salad
  • Es krim buatan sendiri

Sebagian besar produk komersial yang mengandung telur mentah dibuat dari telur yang dipasteurisasi dan sudah aman untuk dikonsumsi. Namun, kamu harus selalu membaca label untuk memastikan.

Wanita hamil harus selalu memasak telur dengan seksama atau menggunakan telur yang sudah dipasteurisasi.

Daging organ (jeroan)

Daging organ adalah sumber nutrisi yang bagus. Nutrisi yang terkandung termasuk zat besi, vitamin B12, vitamin A, dan tembaga, yang semuanya baik untuk ibu hamil dan anaknya. Namun, terlalu banyak mengonsumsi vitamin A hewani (vitamin A preformed) tidak dianjurkan selama masa kehamilan. Hal ini dapat menyebabkan keracunan vitamin A, serta tingkat tembaga yang sangat tinggi, yang dapat menyebabkan cacat lahir dan keracunan hati. Karena itu, wanita hamil sebaiknya tidak makan daging organ lebih dari sekali dalam seminggu.

Kafein

Kafein adalah zat psikoaktif yang paling umum digunakan di dunia dan terutama ditemukan dalam kopi, teh, minuman ringan, dan coklat. Wanita hamil umumnya disarankan untuk membatasi asupan kafein mereka hingga kurang dari 200 mg per hari, atau sekitar 2-3 cangkir kopi. Kafein diserap dengan sangat cepat dan masuk dengan mudah ke dalam plasenta dan janin. Janin dan plasenta tidak memiliki enzim utama yang diperlukan untuk proses metabolisme kafein, karenanya kafein ini bisa berakibat buruk kepada janin. Asupan kafein yang tinggi selama kehamilan telah terbukti membatasi pertumbuhan janin dan meningkatkan risiko berat lahir rendah saat persalinan. Berat badan lahir rendah, didefinisikan kurang dari 5 lbs, 8 oz (atau 2,5 kg) dan dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian bayi dan risiko lebih tinggi penyakit kronis di masa dewasa, seperti diabetes tipe-2 dan penyakit jantung.

Kecambah mentah

Kecambah mentah, termasuk kecambah alfalfa, semanggi, lobak, dan kacang hijau, dapat terkontaminasi dengan Salmonella. Lingkungan lembab yang dibutuhkan oleh benih bakteri ini terdapat pada kecambah yang disebutkan tadi dan mereka hampir mustahil untuk dibersihkan. Karena alasan ini, wanita hamil disarankan untuk menghindari kecambah mentah sama sekali. Namun, kecambah aman dikonsumsi setelah dimasak sampai matang.

Makanan yang tidak dicuci

Permukaan atau kulit dari buah-buahan dan sayuran yang tidak dicuci atau tidak dikupas dapat terkontaminasi dengan beberapa bakteri dan parasit. Bakteri ini termasuk Toxoplasma, E. coli, Salmonella dan Listeria, yang dapat diperoleh dari tanah atau melalui penanganan yang tidak bersih. Kontaminasi dapat terjadi kapan saja selama produksi, panen, pemrosesan, penyimpanan, transportasi, atau saat sudah dijual. Bakteri dapat membahayakan ibu dan bayinya yang belum lahir. Salah satu parasit yang sangat berbahaya yang dapat hidup pada buah-buahan dan sayuran disebut Toxoplasma. Mayoritas orang yang terinfeksi Toxoplasmosis tidak memiliki gejala, sementara yang lain mungkin merasa seperti mereka terkena flu selama sebulan atau lebih. Sebagian besar bayi yang terinfeksi Toxoplasma saat masih dalam kandungan tidak memiliki gejala saat lahir. Namun, gejala seperti kebutaan atau cacat intelektual dapat berkembang di kemudian hari.

Saat kamu  hamil, sangat penting untuk meminimalkan risiko infeksi dengan membilas, mengupas, atau memasak buah dan sayuran secara menyeluruh.

Susu, keju, dan jus buah yang tidak dipasteurisasi

Susu mentah dan keju yang tidak dipasteurisasi dapat mengandung sejumlah bakteri berbahaya, termasuk Listeria, Salmonella, E. coli dan Campylobacter. Hal yang sama berlaku untuk jus yang tidak dipasteurisasi, yang juga rentan terhadap kontaminasi bakteri. Semua infeksi ini dapat memiliki konsekuensi yang mengancam jiwa untuk bayi yang belum lahir. Pasteurisasi adalah cara paling efektif untuk membunuh bakteri berbahaya, tanpa mengubah nilai gizi produk. Untuk meminimalkan risiko infeksi, wanita hamil disarankan untuk hanya mengonsumsi susu, keju, dan jus buah yang dipasteurisasi.

Alkohol

Wanita hamil disarankan untuk sepenuhnya menghindari minum alkohol, karena meningkatkan risiko keguguran dan lahir mati. Bahkan jumlah kecil dapat berdampak negatif terhadap perkembangan otak bayi kamu. Hal ini juga dapat menyebabkan sindrom alkohol janin, yang melibatkan kelainan bentuk wajah, cacat jantung, dan cacat intelektual. Karena tidak ada kadar alkohol yang terbukti aman selama kehamilan, disarankan untuk menghindarinya sama sekali.

Junk food

Kehamilan adalah masa pertumbuhan yang cepat. Oleh karena itu, wanita hamil membutuhkan peningkatan jumlah nutrisi penting, termasuk protein, folat dan zat besi. Meskipun pada dasarnya kamu akan makan dalam porsi yang banyak, kamu tidak perlu konsumsi kalori yang berlebihan juga. Sekitar 350-500 kalori ekstra per hari selama trimester kedua dan ketiga sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Junk Food umumnya rendah nutrisi dan tinggi kalori, gula, dan lemak tambahan. Hal ini dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional, serta komplikasi kehamilan atau kelahiran. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko memiliki anak yang kelebihan berat badan.

Herbal

Yang selanjutnya adalah herbal. Apapun yang berbau herbal seperti jamu, obat alternatif atau apa pun yang biasa disebut dengan herbal harus kamu hindari selama masa kehamilan. Menurut penelitian dari American Pregnancy Association, ada beberapa jenis herbal yang jadi pantangan bagi ibu hamil, diantaranya ephedra atau efedrin, dong quai, rosemary, dan juga kencur. Beberapa herbal ini berbahaya apabila dikonsumsi terlalu banyak layaknya obat-obatan. Salah satu contohnya, adalah dong quai, yang dapat menimbulkan efek stimulan rahim yang dapat menimbulkan kontraksi.

Minyak ikan

Mungkin akan membingungkan kenapa minyak ikan tidak boleh bagi ibu hamil. Umumnya, minyak ikan memang bagus, menyehatkan dan banyak vitamin. Namun, minyak ikan mengandung tinggi vitamin A. Terlalu banyak vitamin A juga dapat membahayakan janin. Sebaiknya, kamu konsultasikan dulu kepada dokter jika memang ingin mengonsumsinya secara rutin.

Hati hewan

Konsumsi hati hewan juga tidak baik untuk ibu hamil. Alasannya sama seperti yang di atas, karena hati hewan biasanya mengandung vitamin A yang tinggi yang memang tidak baik untuk janin apabila terlalu banyak. Jika kamu memang sangat doyan dengan hati hewan, maka selama kehamilan batasi dulu konsumsinya, lebih bagus lagi kalau berhenti sama sekali selama hamil.

Kue

Kue, biskuit,cookies, keripik, dan permen harus dijaga konsumsinya agar tetap minimum. Makanan ini hanya mengandung gula dan juga lemak tanpa ada nutrisi yang baik untuk ibu atau janin. Tentunya konsumsi makanan ini akan meningkatkan berat badan wanita hamil secara drastis.

Pate

Pate adalah sejenis pasta yang biasa untuk selai roti namun terbuat dari daging yang setidaknya mengandung hati hewan. Tambahan umum termasuk daging giling dari daging babi, unggas, ikan atau daging sapi, lemak, sayuran, rempah-rempah, anggur, atau brendi. Pate ini cenderung mengandung Listeria yang tentunya sangat tidak dianjurkan untuk wanita hamil.

Daging yang didinginkan

Daging yang didinginkan, seperti salami, parma ham, chorizo, dan pepperoni. Kami menyarankan kepada wanita hamil untuk menghindari makan daging yang didinginkan karena ada risiko kecil dari makanan ini mengandung listeria, atau parasit toksoplasma yang menyebabkan toksoplasmosis.

Nutizen, itulah beberapa jenis makanan yang dihindari saat hamil. Jangan kamu konsumsi ya walaupun sedikit demi keamanan. Sudah jelas yang sehat dan aman aja seperti kacang almond misalnya. Kamu bisa langsung beli produknya di Nutify Indonesia. Bagi kamu yang suka makan pedas, kamu bisa pesan Nutify Almond Gourmet Chilli & Lime dan nikmati sensasi pedas dan gurihnya almond. Namun kamu tenang saja, karena sudah jelas tidak mengandung MSG! Langsung pesan melalui websitenya di www.gonutify.com dan nikmati promo di bulan Juni 2020!

Bagikan ide kamu

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Foto
  • SKU
  • Rating
  • Harga
  • Status Stok
  • Ketersediaan
  • Masukkan Keranjang Belanja
  • Description
  • Deskripsi Produk
  • Berat
  • Ukuran
  • Color
  • Informasi tambahan
  • Attributes
  • Custom fields
Bandingkan
Wishlist 0
Open wishlist page Continue shopping
× Chat dengan kami