Website Resmi Nutify Indonesia. WA: +62 815-1959-8128
Keranjang Saya
Rp0,00
Keranjang Saya
Rp0,00

5 Manfaat Walnut Untuk Wanita Tetap Sehat di Masa Tua

manfaat walnut untuk wanita di masa tua

Pasti semua orang ingin dong terlihat tetap segar dan sehat di masa tuanya. Ternyata, ada rahasia mudah untuk wanita yang ingin tetap sehat di masa tua, yaitu konsumsi walnut. Manfaat walnut salah satunya adalah, membuat tubuh tetap sehat terutama untuk wanita, bahkan di saat masa tua.

Nurses ‘Health Study (NHS) menemukan bahwa, kualitas makanan berpengaruh untuk kesehatan wanita ketika tua. Asupan flavonoid makanan yang lebih besar pada usia paruh baya berdampak positif untuk kesehatan, terutama di masa tua. Kesehatan yang dimaksud adalah mendapatkan umur panjang tanpa penyakit kronis, kesehatan mental yang baik, dan tidak ada gangguan pada fungsi kognitif atau fisik.

NHS merekomendasikan kacang walnut sebagai salah satu makanan berkualitas yang baik untuk kesehatan kaum wanita di masa tua. Hal ini karena konsumsi kacang, salah satunya walnut, dapat mengurangi penyakit terkait usia dan mengarah pada kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik saat menua. 

Lalu apa saja manfaat walnut untuk kesehatan kaum wanita di masa tua? Berikut ulasannya!

Manfaat walnut untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular 

NHS, dalam penelitiannya, menemukan adanya hubungan manfaat walnut terhadap penurunan risiko penyakit kardiovaskular. 

Penyakit kardiovaskular tetap menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia. Oleh karena itu, pencegahan penyakit ini telah menjadi prioritas kesehatan masyarakat utama. 

Salah satu caranya, perubahan rekomendasi ke arah diet tinggi makanan nabati dan rendah makanan hewani. Hal tersebut membantu dalam pencegahan penyakit kronis. 

Sebagian besar pola pola makan nabati ini menyoroti asupan kacang-kacangan, seperti walnut sebagai komponen kunci. Kacang merupakan sumber asam lemak tak jenuh, serat makanan, mineral, vitamin, dan senyawa bioaktif lainnya yang baik.

Konsumsi kacang sering dikaitkan dengan penurunan faktor risiko kardiovaskular. Beberapa diantaranya, dislipidemia, diabetes tipe-2, dan sindrom metabolik. Selain itu, risiko penyakit jantung koroner (PJK) yang lebih rendah pun dapat diharapkan dengan konsumsi kacang secara rutin. 

Studi menunjukkan bahwa konsumsi kacang, seperti kacang tanah dan walnut, mampu menurunkan risiko terjangkit penyakit kardiovaskular hingga 13%-19% lebih rendah. 

Walnut ternyata baik untuk kesehatan mental 

Selain masalah kardiovaskular, ternyata walnut memiliki manfaat lainnya, loh!  Studi yang didukung oleh California Walnut Commission, mendefinisikan penuaan yang sehat sebagai umur panjang dengan kesehatan mental yang sehat. Sellain itu, juga tidak ada penyakit kronis besar, masalah kognitif, atau gangguan fisik setelah usia 65 tahun.

Sebuah studi epidemiologi baru menunjukkan mengonsumsi walnut dapat dikaitkan dengan prevalensi dan frekuensi gejala depresi yang lebih rendah di antara orang dewasa Amerika. Setelah mengevaluasi peserta studi untuk depresi, peneliti menemukan skor depresi 26% lebih rendah untuk konsumen walnut. Sementara itu, peneliti juga menemukan skor depresi 8%  persen lebih rendah untuk konsumen kacang lainnya. Penelitian ini membandingkan mereka yang mengonsumsi kacang dengan mereka yang tidak mengonsumsi.

Para peneliti memeriksa data pada lebih dari 26.000 orang dewasa Amerika dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES). Hasilnya mengungkapkan, skor depresi lebih rendah terhadap orang yang mengonsumsi kacang-kacangan, terutama walnut, dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi kacang. Bahkan setelah mengontrol usia, jenis kelamin, ras, pendapatan, BMI, dan lainnya. Asupan rata-rata di antara konsumen adalah sekitar 24 gram atau hanya di bawah seperempat cangkir walnut per hari (ukuran porsi khas adalah 1 ons). 

Para peneliti menemukan mereka yang makan walnut lebih cenderung memiliki minat yang lebih besar pada aktivitas. Mereka juga memiliki tingkat energi yang lebih tinggi, lebih sedikit keputusasaan (di antara wanita), konsentrasi yang lebih baik, dan optimisme yang lebih besar. 

Ada banyak kemungkinan khasiat aktif dalam walnut yang mungkin menjadi faktor pendukung dalam memberikan manfaat kesehatan mental tersebut. Kacang walnut unik di antara kacang-kacangan karena terdiri dari lemak tak jenuh ganda (13 gram per ons), yang termasuk asam alfa-linolenat (ALA), asam lemak omega-3 nabati . Walnut adalah satu-satunya kacang yang mengandung ALA dalam jumlah yang signifikan dengan 2,5 gram per porsi satu ons.

Menurunkan risiko diabetes tipe-2

Diet sehat dengan mengonsumsi kacang walnut, dapat mengurangi risiko diabetes tipe-2. Diabetes tipe-2 adalah salah satu penyakit yang membuat masa tua wanita menjadi tidak sehat.  Walnut diketahui membantu membangun resistensi insulin dan mengontrol kadar glukosa darah, yang pada gilirannya berkontribusi dalam menurunkan risiko diabetes tipe-2.

Walnut kaya akan serat makanan. Serat membutuhkan waktu lama untuk dipecah dan dicerna, yang memastikan pelepasan gula secara lambat dalam aliran darah. Indeks glikemik walnut juga sangat rendah. Indeks Glikemik (GI) adalah peringkat relatif karbohidrat dalam makanan bergantung pada bagaimana pengaruhnya terhadap kadar glukosa darah. Makanan dengan indeks GI lebih rendah dari 55 dikatakan ideal untuk diet diabetes.

Manfaat walnut mengurangi risiko Alzheimer

Stres oksidatif dan peradangan saraf memiliki peran penting dalam proses penuaan, seperti gangguan kognitif ringan (MCI), penyakit Alzheimer (AD), Dimensia, dan gangguan otak lainnya (mudah lupa). 

Seseorang di Amerika Serikat meneliti penyakit Alzheimer yang bertambah penderitanya setiap 67 detik. Menurutnya, jumlah orang Amerika dengan penyakit Alzheimer dan Demensia lainnya diperkirakan akan meningkat pesat di tahun-tahun mendatang seiring dengan bertambahnya usia generasi baby boomers.

Pada tahun 2050, jumlah orang yang berusia 65 tahun ke atas dengan penyakit Alzheimer dapat mencapai hampir tiga kali lipat. Dari lima juta menjadi sebanyak 16 juta. Hal tersebut menekankan pentingnya menentukan cara untuk mencegah, memperlambat, atau bahkan menghentikan laju pertumbuhan penyakit tersebut.

Penyebab Alzheimer (AD) dan penelitian bagaimana walnut membantu mengurangi risiko penyakit ini

Sejumlah penelitian menemukan adanya peningkatan jumlah protein beta amiloid (Aβ), yang merupakan komponen utama dari plak amiloid di otak penderita Alzheimer (AD). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Aβ meningkatkan pembentukan radikal bebas di neuron, yang menyebabkan kerusakan oksidatif dan kematian sel.  Aβ juga dapat menyebabkan peradangan saraf dengan meningkatkan sitokin dan enzim proinflamasi.

Sebuah penelitian  penting yang diterbitkan dalam Journal of Alzheimer’s Disease menunjukkan bahwa diet, salah satunya dengan mengonsumsi walnut, mungkin memiliki efek menguntungkan dalam mengurangi risiko, menunda permulaan, memperlambat perkembangan, atau mencegah penyakit Alzheimer. Selain itu, kacang walnut mengandung beberapa komponen yang memiliki efek antioksidan dan anti inflamasi. 

Para peneliti menyarankan bahwa kandungan antioksidan yang tinggi pada walnut (3,7 mmol / ons)  mungkin telah menjadi faktor yang berkontribusi dalam melindungi dari degenerasi yang biasanya terlihat pada penyakit Alzheimer.

Studi pada hewan dan manusia dan kelompok lain menunjukkan bahwa suplementasi dengan walnut dalam makanan dapat meningkatkan kognisi dan mengurangi risiko dan/atau perkembangan MCI dan AD.

Pada model tikus AD transgenik (AD-tg), terdapat efek menguntungkan dari diet dengan walnut pada memori, pembelajaran, koordinasi motorik, kecemasan, dan aktivitas lokomotor. Uji klinis manusia juga menunjukkan hubungan konsumsi walnut dengan kinerja kognitif yang lebih baik dan peningkatan memori bila dibandingkan dengan baseline pada orang dewasa. 

Studi terbaru pada tikus AD-tg telah menunjukkan bahwa diet yang diperkaya walnut secara signifikan meningkatkan pertahanan antioksidan dan menurunkan kadar radikal bebas, peroksidasi lipid, dan oksidasi protein bila dibandingkan dengan diet kontrol tanpa walnut. 

Penemuan ini menunjukkan bahwa diet dengan walnut dapat mengurangi stres oksidatif dengan mengurangi pembentukan radikal bebas dan dengan meningkatkan pertahanan antioksidan, sehingga mengakibatkan penurunan kerusakan oksidatif pada lemak dan protein. 

Selain itu, sebuah studi in vitro dengan Aβ sintetis menunjukkan bahwa ekstrak walnut dapat menghambat fibrilasi Aβ. Ekstrak walnut juga dapat melarutkan fibril Aβ yang terbentuk sebelumnya, menunjukkan sifat anti-amiloidogenik walnut.

Manfaat walnut untuk mengurangi risiko penyakit Demensia dan gangguan otak lainnya

Lebih lanjut, walnut juga ternyata dapat mengurangi risiko perkembangan, atau menunda permulaan dan/atau memperlambat perkembangan penyakit Demensia. Caranya, dengan mengurangi fibrilasi Aβ, mengurangi kerusakan oksidatif, meningkatkan pertahanan antioksidan, dan mengurangi peradangan saraf.

Selain itu, beberapa penelitian pada hewan dan manusia menunjukkan bahwa walnut juga dapat menurunkan risiko atau perkembangan gangguan otak lainnya. Gangguan otak itu, seperti penyakit Parkinson, stroke, dan depresi.

Penelitian tersebut menunjukkan manfaat dari diet dengan mengonsumsi walnut bermanfaat bukan hanya untuk menghindari risiko gangguan otak saja, tetapi juga bermanfaat untuk  penyakit kronis lainnya. Hal itu karena adanya efek aditif atau sinergis dari komponen walnut untuk perlindungan terhadap stres oksidatif dan peradangan pada penyakit ini.

Karena perlu waktu bertahun-tahun untuk berkembangnya gangguan kognitif dan Demensia, sebaiknya konsumsi makanan sejak dini dan jangka panjang dengan walnut. Hal ini karena walnut dapat membantu mempertahankan fungsi kognitif. 

Konsumsi Walnut dari sekarang, Yuk!

Kamu bisa konsumsi walnut dari sekarang juga. Untuk masa tua yang lebih sehat dan tentu saja menghindari penyakit berbahaya lainnya. Kacang walnut untuk ibu hamil juga bisa menjadi alternatif makanan penuh nutrisi, loh. Dapatkan walnut dalam produk Nutify Trail Mix, seperti Nutify Trail Mix 24/7 dan  Nutify hi5 Mix Premium Mixed Nuts. Go Easy, Go Healthy, Go Nutify!

Bagikan ide kamu

Select the fields to be shown. Others will be hidden. Drag and drop to rearrange the order.
  • Foto
  • SKU
  • Rating
  • Harga
  • Status Stok
  • Ketersediaan
  • Masukkan Keranjang Belanja
  • Description
  • Deskripsi Produk
  • Berat
  • Ukuran
  • Informasi tambahan
  • Attributes
  • Custom attributes
  • Custom fields
Bandingkan
Wishlist 0
Open wishlist page Continue shopping